amalan amalan hati

Minggu, 17 Juli 2016

KISAH PENDOPO ACEH

Setelah Aceh diduduki oleh pasukan kumpeni Belanda tahun 1874, setelah membenah negeri yang kemudian disebut masyarakat Aceh sebagai Kutaraja ( tapi Belanda lebih suka menyebutnya ''Kota Raja'' )

Tahun 1881 sebuah bangunan yang ketika itu disebut istana, siap dibangun di atas bekas bangunan istana Sultan Aceh yang disebut dalam. Di atas pertapakan bangunan dalam itu, dibangun sebuah rumah dinas resmi bergengsi, yang setelah kemerdekaan Indonesia tahun 1945 disebut Pendopo Gubernuran, dan sekarang ini disebut Meuligoe ( Mahligai ), tempat resmi siapapun yang menjabat Gubernur Aceh.


Bangunan ini bahan bakunya melulu dari kayu yang dipesan khusus dari Kalimantan (kayu besi).

Petinggi Belanda pertama yang menghuni tahun 1881 adalah Gubernur Militer dan Civil, Letnan Jenderal K. Van der Heijden yang oleh orang Aceh disebut ''Jenderal bermata Sebelah'' karena ketika memimpin pertempuran di Samalanga, sebelah matanya cedera ditembus peluru lasykar Aceh.

Dari berbagai sumber dikatakan semenjak siap huni tahun 1881, ada 22 petinggi Belanda yang menempati bangunan tersebut. Dalam masa pendudukan Jepang ( 1942-1945 ), hanya satu petinggi Dai Nippon sempat menempati ''istana'' tersebut, yaitu Jenderal Mayor Syozaburo lino.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : KISAH PENDOPO ACEH

0 komentar:

Posting Komentar